Hujan, Kulit Kacang, dan Keceriaan


Sekitar pukul  6 sore, sepulang kunjungan Putri dan mamanya, tibalah serombongan anak-anak kelas 10 SMA di cuaca hujan gerimis tapi cukup membuat basah yang tak kunjung reda dari tadi siang. Berapa jumlah mereka, silahkan hitung dari foto ini.

Foto Bersama

Foto Bersama

Tampak datang dengan penuh semangat walau cuaca tidak begitu bersahabat, petugas yang membantu kesibukan selama masa berkabung pun buru-buru menyiapkan kursi dan minum. Cuaca hujan sehingga meja-meja dan kursi hanya disusun sebagian saja.

Seusai memberikan penghormatan kepada kakek yang telah berpulang, kehebohan pun dimulai. Jalan sontak ditutup oleh kursi-kursi yang kami duduki. Yang awalnya hanya mobil dilarang lewat, kemudian bertambah menjadi motor silahkan lewat “kalau bisa”.

Prosesi Penghormatan

Prosesi Penghormatan

“Belum boleh pulang kalau kacangnya belum habis”. Melihat hujan yang bertambah deras dan untuk menahan mereka agar jangan pulang hujan-hujanan, sambil menunggu hujan lebih reda. Agak kusesali pernyataan tadi karena dalam sekejap tiga piring kacang sudah habis, hahaha… Beberapa bungkus kacang garuda 500 gram pun dikeluarkan lagi. Sebenarnya saya juga cukup berperan dalam menghabiskan kacang tersebut, mungkin ada setengah piring yang saya habiskan selama berbincang-bincang dengan mereka. Coba perhatikan foto, teramat lajunya gerakan tangan mereka sampai susah ditangkap kamera (Hahaha…)

Makan Kacang

Makan Kacang

Kehebohan yang dibawa anak-anak ini cukup menarik perhatian para tamu lain yang datang melayat. Para bapak-bapak yang duduk di meja lain mungkin seperti sedang menyaksikan opera tayang langsung dengan kami sebagai pemerannya. Opera yang berjudul “kulit kacang, penyebar keceriaan”. Ternyata kulit kacang pun masih berguna di tangan-tangan iseng anak-anak baik ini. Paling tidak, ada keceriaan yang muncul di saat suasana berkabung tersebut dan keceriaan tersebut mampu menyebar ke meja lain dan bagian dalam ruangan, walau ada juga yang geleng-geleng kepala menyaksikannya sambil memaklumi tingkah laku anak-anak seusia mereka.

Terima kasih untuk kunjungan kalian yang menambah semangat di saat lelah. Kalian adalah anak-anak baik yang penuh dengan semangat. Teruslah bertumbuh dewasa menjadi pribadi-pribadi yang semakin baik lagi. Ngomong-ngomong, kayaknya ada satu bungkus kacang dan beberapa jeruk yang hilang, siapakah gerangan yang bertanggung jawab? Hahaha…kidding…

 

Advertisements

5 thoughts on “Hujan, Kulit Kacang, dan Keceriaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s