“Games Pak”


Skor Akhir Games

Skor Akhir Games

Hari ini adalah hari terakhir saya mengajar bimbel di bulan Januari karena 3 hari lagi adalah perayaan tahun baru Imlek sehingga les diliburkan lebih awal. Besoknya mau bersih-bersih rumah, besok lusanya kegiatan masak-masak dan makan bersama keluarga. Nah, keesokannya lagi hari pertama Tahun Baru Imlek. Jadi, mau dak mau kegiatan bimbel harus diliburkan beberapa hari sebelumnya.

Suasana imlek sudah mulai terasa di lokasi tempat saya mengajar bimbel sejak awal tahun. Hampir tiap malam ada yang memutar lagu imlek. Waduh…terasa ngebet banget tuh orang pengen cepat-cepat imlek, hahaha… Sejak minggu lalu, suara kembang api sudah mulai kedengaran. Apalagi beberapa malam ini, siswa-siswi yang ikut bimbel pada sesi malam sudah mulai merasakan belajar diiringi alunan suara lagu imlek atau kembang api. Alasan ini juga yang membesarkan niat saya segera meliburkan mereka.

Suasana Menjelang Imlek di Kompleks Bimbel

Suasana Menjelang Imlek di Kompleks Bimbel

Kembali ke awal cerita, di hari terakhir sebelum memasuki liburan ini, beberapa siswa sudah mulai ijin. Ada yang membeli keperluan imlek, ada yang harus mengantar adiknya berbelanja, ada yang sudah bersiap diri meninggalkan kota Pontianak, dll. Alasan yang bisa dimaklumi.

Biasanya di hari terakhir sebelum libur, mungkin efek suasana libur yang semakin terasa sehingga berpengaruh pada semangat belajar. “Pak, kita games aja deh hari ini”, kompak suara para siswa. “Besok lusa juga udah libur bah pak, pleaseee…udah lama dak games juga”. Beraneka ragam jurus rayuan nan maut mereka keluarkan dengan wajah yang tidak mampu memelas dan sok imutnya. Syukur saya dibekali ilmu bela diri tahan rayuan yang cukup. Hahaha…

“Oke, kita belajar dulu bentar, setelah itu baru games”. Untuk para siswa, kalimat barusan masih cukup mumpuni untuk mendongkrak semangat belajar mereka. Sementara itu, otak ini berpikir keras hingga terasa lapar nan haus (ada hubungannya ya), games apa ya kali ini. Tidak tahu dapat wangsit darimana, sebuah buku paket di depan mata menjadi sasaran ide games. Buku paket matematika berhasil menjadi bahan utama games di tiga sesi belajar hari ini. Sungguh dasyat tuh buku. Sebenarnya bukan buku itu yang dasyat, tapi ide saya (Keep Lagax…hahaha…)

Dari 3 sesi yang memainkan games ini, sesi jam 6 lah yang paling heboh karena kelas di sebelah sudah kosong, jadi mereka bisa berteriak lepas. Bayangkan saja, Lenny (nickname: Leneh) yang kemarin tampak kurang sehat sehingga pulang lebih awal saat bimbel, hari ini mampu berteriak menggetarkan ruangan bahkan membahayakan pengendara motor yang melintas di depan tempat bimbel. Albert yang tampak kalem, hari ini berteriak sendiri kuat-kuat hingga suaranya menimbulkan resonansi di ruangan lantai 2 hanya gara-gara berhasil menjawab warna tulisan di samping buku paket matematika.

Masih banyak kehebohan yang terjadi saat itu, tapi yang paling heboh adalah pertanyaan terakhir dimana mereka harus menjawab pertanyaan Benar atau Salah dan mempertaruhkan jumlah point yang mereka miliki. Adalah Anton, pemilik poin tertinggi saat itu yang harus merasakan kekalahan karena salah dipertanyaan terakhir. Ternyata kekuatan lamunan dan gigit jarinya kali ini benar-benar menyebabkan ia gigit jari. Sabar ya Ton, wkwkwkwk…

Sebagai sanksi, pemilik poin terendah harus menjawab satu pertanyaan yang dipilih acak dari kami dengan JUJUR. Tidak usah diceritakan di sini apa yang ditanyakan, biarlah menjadi rahasia kami saja, hehe… Dan bagi yang menang, tentu saja ada hadiahnya, mendapatkan “voucher JUS” gratis di bulan Februari yang disponsori oleh Park Eh Di (masih ingatkan dengan nama korea saya).

Walau bermain, tetap saya tekankan ada unsur belajarnya. Games kali ini mengajarkan siswa untuk belajar percaya diri memperkirakan dan menyampaikan hasil, belajar mengingat dalam waktu singkat dan melihat detil sesuatu, berpikir tidak lazim dalam artian positif (think out of the box), kejujuran, keberanian dan perhitungan risiko dalam berspekulasi. Mantap kan, hahaha…siapa dulu donk yang punya ide (Lagax-nya mulai muncul lagi, harap maklum)

Oke, udah dulu, saatnya pulang. Tulisan ini saya ketikkan di ruang bimbel dengan ditemani kipas angin berwarna hijau, beberapa kursi kuliah, papan tulis, spidol warna-warni, dan disaksikan oleh seekor kupu-kupu malam yang ntah datang dari mana. Kupu-kupu beneran ye, bukan jadi-jadian (tumben malam ini dak ada cicak). Udah kangen dengan kamar mandi dan tempat tidur kesayangan beserta istri kesayangan tentunya šŸ™‚

Selamat buat Honggo yang walau sudah berusaha kita bendung kemenangannya dengan aturan baru yang berbau offside dalam istilah persepakbolaan, tapi kemenangannya tetap tak terbendung. Selamat buat Mawan, yang keberuntungan dan analisanya malam ini sungguh luar biasa. Voucher hadiahnya ingat dicairkan bulan depan seusai liburan bimbel.

Buat semuanya, selamat menikmati liburan. Bagi yang merayakan Tahun Baru Imlek, “SELAMAT TAHUN BARU IMLEK”.

Advertisements

4 thoughts on ““Games Pak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s