Fisika Bagi Kehidupan


what-is-life-science

Fisika Bagi Kehidupan

Tina menatapku dengan galau. Sesekali dia mengucek matanya yang mulai berair, lalu dia menatapku lagi.

“Aku jenuh sekali mau sekolah.” Katanya polos, aku menatapnya balik “Buat apa sih kita belajar Fisika?” tambahnya lagi. Aku berpikir sejenak, mencoba memikirkan jawaban yang akan membuatnya berpikir bahwa pelajaran Fisika itu sangat penting, lalu aku menjawab “Kau suka tidur dak Tin?” Tina menatapku “Suka lah, mana ada orang yang tak suka tidur!” jawabnya lantang, aku mulai bertanya lagi “Iye keh? Kau pilih tidur dikasur empuk apa keras Tin?”. Tina menggerutkan dahinya dan menjawab “Empuk lah, mana mungkin keras”

Lalu aku tersenyum simpul, dan mulai menjelaskan “Kau kan suka kasur empuk, lalu kenapa kau gak suka belajar fisika? Kau tau gak sih kalau didalam kasur yang empuk tu ada pegas? Yang membuat kita terloncat ke atas kalau membanting badan terlalu keras itu karena ada gaya pegas, bayangkan kalau tak ada gaya pegas, tulang kita retak kali Tin!” . “Iya sih” Tina mengangguk

“Itu hanya salah satu contoh Tin, sekarang aku tanya kau, gimana hidup ini kalau gak ada hp? saat ini hampir semua orang memiliki peralatan yang satu ini. Dia begitu kecil yang bisa dengan nyaman diletakkan di dalam saku, namun dianggap memiliki fungsi yang sangat besar terutama untuk berkomunikasi. Benda itu adalah sebuah ponsel (telepon seluler). Saat ini ponsel tidak hanya digunakan untuk menelpon saja tetapi juga untuk fungsi lain seperti mengirim dan menerima pesan singkat (sms), mendengarkan musik, atau mengambil foto. Bagaimana perangkat ponsel dapat terhubung dengan perangkat ponsel yang lain padahal mereka saling berjauhan? Konsep yang bisa menjelaskan fenomena ini adalah konsep gelombang elektromagnetik Tin!” seruku, “wah benar juga sih ya len”jawab Tina dengan mantap.

“Tapi kalau belajar yang kayak sinar-sinar itu, emang ada pentingnya?” tanya Tina. “Ada dong! Misalnya sinar x ,sinar x itu penggunaan pencitraan medis untuk mengetahui struktur jaringan manusia tanpa melalui pembedahan terlebih dahulu. Penemuan ini juga menjadi titik awal perkembangan fisika medis di dunia, yang menkonsentrasikan aplikasi ilmu fisika dalam bidang kedokteran.”jawabku sambil tersenyum

Tak lama kemudian, Andik menatap kearah kami dan ikut bergabung mendengar penjelasanku, tak lama kemudian ia melayangkan pertanyaan pertama. “Apa aplikasi hokum newton 1?”, “jika kita dalam sebuah mobil saat mobil itu tiba2 maju badan kita tiba2 terdorong ke belakang” jawabku singkat. “ kalau aplikasi bab fluida?” tanyanya lagi. “pernah gak kau tanya nenekmu gimana dia melakukan perjalanan? Berapa jarak yang ia tempuh dan butuh berapa lama dia melakukan perjalanan itu? Kalau kau nanya hal itu aku yakin jika nenekmu bakal bercerita panjang lebar kalau dia dulu kemana-mana selalu jalan kaki dan dapat menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk menempuh jarak yang tidak terlalu jauh butuh membawa bekal dan persiapan yang matang. Tapi sekarang? Berkat fluida kita udah bisa naik pesawat terbang! Keren gak tuh?!” ucapku panjang lebar. Andik kemudian tersenyum sambil berkata “ benar juga ya”

sxc.hu-brokenarts-light-bulb_0

“Kalian pernah risih ga sih kalau mati lampu?” tanyaku pada Andik dan Tina. “Risih banget, udah panas, seram lagi” jawab mereka. “Faraday menyusun persamaan bagaimana cara menghasilkan listrik melalui medan magnet. Hal yang sangat bermanfaat sehingga saat ini kita dapat membangun Pembangkit-Pembangkit Listrik. Dengan listrik dunia ini pun berubah. Malam menjadi terang, sepi menjadi semarak, seram menjadi menyenangkan. Ya, listrik telah berhasil mewujudkan dongeng-dongeng yang bercerita tentang indahnya malam di negeri para kurcaci. Listrik telah mewujudkan itu suatu kabar luar biasa apabila kita sampaikan ini pada almarhum nenek moyang yang hidup dalam keadaaan gelap gulita.” Jawabku lagi. ”Alay lo” sembur Andik.

“Aku gak setuju!” seru Sera tiba-tiba yang sontak membuat kami semua kaget. “Tampa fisika kita masih bisa hidup kok” tambahnya lagi. Aku menatapnya bingung lalu mulai menjelaskan lagi “Pernah gak kau bayangkan kalau kau ke sekolah sejauh 20 km dan kau menempuhnya dengan berjalan kaki? aku yakin, kau gak mau. Makanya kita beruntung udah berada di jaman luar biasa ini ketika termodinamika menjadi cabang ilmu yang makin menyempurnakan diri. Melalui hukum termodinamika kita dapat menikmati mudahnya hidup dengan sepeda motor, mobil, dan berbagai mesin yang ada saat ini. Tak perlu lelah harus melangkah. Bahkan dengan hukum termodinamika ini kehidupan pun akan terasa lebih nikmat.”

Karena Sera tampak kurang percaya, aku menambahkan lagi “pernah gak kau berpanas-panas ria bermandi keringat kemudian masuk ke ruangan ber-AC lalu disuguhi minuman dingin dari kulkas? Kalau kau udah mengalami kejadian itu jadi kau patut bersyukur udah disusunnya hukum termodinamika. Soalnya melalui hukum itu kita bisa menikmati suhu sesuai dengan keinginan. Jadi, masih gak kita menghujat ilmu fisika dengan hujatan bahwa ilmu fisika adalah ilmu yang ruwet dan tak berguna setelah kita bisa menikmati hidup dengan bantuan fisika?” tanyaku pada mereka. Sera menatapku kesal “Belum cukup dijadikan bukti kenapa kita harus belajar fisika!” serunya

“Tau kenapa gak sih kita merdeka?” tanyaku pada Sera. Dia menatapku tajam. “Sebab bom atom itu kalau menurut aku adalah berkah bagi Indonesia. Kalau bom atom tak meledak kau yakin Indonesia bisa lepas dari penjajahan Jepang pada 17 Agustus 1945? Sebab itu sebaiknya kita harus berterima kasih pada E. Fermi yang telah mampu memanfaatkan aktivitas nuklir. Ya, mungkin bom atom saat ini tak lagi berguna namun apakah nuklir tak lagi dapat dimanfaatkan? Tentu saja masih, dengan nuklir kita dapat memiliki sumber energi yang luar biasa. Energi nuklir yang konvensional saja dari satu uranium dapat menghasilkan energi sekita 200 MeV coba bandingkan dengan energi dari karbon yang hanya 4 eV! Nuklir merupakan hal yang luar biasa untuk masa depan dan masa kini. Suatu sumber energi yang sangat luar biasa untuk kelangsungan siklus energi di dunia,” kataku lagi.

“Beberapa contoh lagi nih dari aplikasi bab tekanan, 1.pernah gak kalian lihat bagian bawah sepatu sepakbola? Kenapa terdapat beberapa paku pada bawah sepatu tersebut? ternyata, paku-paku tersebut bertujuan memberikan tekanan yang besar pada tanah sehingga seorang pemain sepakbola tidak mudah tergelincir. Kedua, agar orang tidak terpelosok ke dalam salju, tekanan yang di berikan pada salju harus diperkecil. Caranya, dengan menggunakan suatu alas yang lebih luas daripada alas kaki. Dengan menggunakan papan ski, orang dapat meluncur di atas salju tanpa takut terperosok. Tekanan dapat diperkecil dengan menggunakan papan ski saat meluncur di atas salju. Dan yang ketiga , kapal laut dapat mengapung di permukaan air karena adanya rongga didalam tubuh kapal. Rongga yang berisi udara ini mampu memindahkan volume air yang cukup besar, Kapal akan mendapat gaya ke atas yang menyamai berat kapal. Gaya ke atas tersebut mampu menahan kapal laut tetap berada dipermukaan air. Bagaimana dengan paku ? Sebuah paku kecil akan mendapat gaya tekan ke atas yang lebih kecil daripada berat paku sehingga paku akan tenggelam.” Ceritaku panjang lebar.

Tina, Andik dan Sera menunduk, “sepertinya emang iya kalau fisika itu penting banget, aku jadi menyesal deh”, ucap Sera. Andik dan Tina pun membetulkan. Sungguh egois kalau pelajar masa sekarang berpikir bahwa belajar fisika itu tidak penting, karna sebenarnya belajar fisika itu sangat seru dan mengasyikkan!

i-heart-atom-physics-l

Penulis
Lenny, siswa kelas 12 IPA SMA Bina Mulia Pontianak

Alamat blog: lnyqsla.blogspot.com

Advertisements

One thought on “Fisika Bagi Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s