11-12-14: Setahun Kemudian


Sudah setahun…, baru nyadar, udah tambah “tua” 1 tahun lagi nih. Kalau Tuhan ngasih saya kesempatan berkarya, dll di dunia ini sebanyak X tahun, maka hari ini update status di database buku kehidupan akan menjalankan algoritma:

X-Usia tahun sebelumnya-1 = X-Usia saat ini

Eitsss… sekali-kali boleh donk buat tulisan yang ada unsur matematis n IT-nya. Yang bingung dengan persamaan di atas atau ada yang mau disampaikan, boleh disampaikan di bagian comment, paling2 saya delete kalau gak sreg dihati, hahahaha…. Tepat setahun yang lalu, kakek tercinta dipanggil pulang Sang Pencipta. Masih tersimpan rekaman video beberapa jam sebelum kepergiannya. Melihat kembali video tersebut, mengingatkan akumulasi perjuangan kakek yang melelahkan, khususnya diminggu-minggu akhir pasca operasi. Kembali pula teringat keinginan kakek yang ingin mengendong cicit dari cucunya ini. Tapi sayang, keinginan tersebut tidak sempat terwujud. Sembilan bulan plus 4 hari kemudian, sepeninggal kakek, lahirlah cicit tersebut-Yuna Xaviera Dichi. Gambaran rangkaian perjalanan hidup yang akan dialami insan manusia, kelahiran dan kematian. Kelahiran yang disyukuri dan kematian di bagian penghujung yang patut kita ikhlaskan. Di tahun ini, selain usia yang bertambah satu, status diri juga bertambah satu lagi. Status terakhir “Suami tercinta”, bertambah lagi menjadi “Papa tercinta”, hihihi… Aduhai, semakin terasa nuansa menua dalam diri ini. Padahal, kemarin saya sempat protes dengan Bu Ros yang mengatakan saya berulangtahun ke-17. “Salah Bu Ros, harusnya yang ke-21, …………….“. 🙂 Tanda titik-titik panjang tadi  gantikan dengan kalimat “sepuluh tahun lalu“.

Yuna kecil

Yuna kecil

Akhirnya sepulang kerja, kini ada kesibukan baru, gangguin anak tercinta sebelum tidur. Alhasil, berkat hobi ganggu-mengganggu ini, si Yuna jadi dak tidur n mamanya ngomelin papanya. Hahahahaha…. Nak…nak…tidurlah, tar mama ngambek sama papa nih. Yang lagi baca artikel ini, tolong jangan ribut-ribut, tar suaranya buat Yuna terbangun, pleaseeeee….and peaceee…. Tapi tenang saja, ngambeknya dak lama kok. Di pagi hari buta tadi, saat diri ini masih sibuk memberi makan ayam-ayam dan sapi-sapi. Harap maklum, saya masih dalam modus mimpi main game “Hay Day”, tiba-tiba ada suara nyanyian disertai kue ulang tahun yang mengembalikan diri ini ke modus sadar. Hahaha…betulkan, dak ngambek lagi. Asyik, pagi-pagi bangun tidur sudah ada acara tiup lilin.

Kue Ultah dari Istri

Kue Ultah dari Istri

Buat semua rekan-rekan guru, para siswa, dan teman-teman, terima kasih untuk ucapan selamat ulang tahunnya, terima kasih untuk harapan-harapan indahnya, termasuk harapan traktiran di setiap momen salaman tadi. Maaf jika tidak semua harapannya terealisasi, hehehe… Terima kasih untuk kopi kiriman dari Daniella dan roti dari panitia classmeeting hari ini yang menambah semangat mengetik tulisan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s