Imlek Tahun Ini-2566


“Imlek Tahun Ini” dengan penghuni rumah yang tidak lagi berdua dengan kehadiran Yuna, alhasil saya dan istri tidak bisa “kabur” lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. (Tuh Yuna, si botak dalam foto di bawah, hehe…). “Kabur” di sini bukan berarti melarikan diri, tapi lebih condong ke honeymoon versi saya dan istri. Hal ini juga yang membuat special imlek tahun ini karena inilah imlek pertama yang dirayakan di Pontianak sejak menikah + imlek pertama dengan anak tercinta.

Yuna - Lagi lihatin papanya

Yuna – Lagi Makan di Mall

Menjelang imlek, biasanya ibu-ibu rumah tangga sudah pada sibuk. Persiapan membeli ini itu dan menyiapkan itu ini banyak dilakukan oleh ibu-ibu. Tak terkecuali dengan mamanya Yuna, foto di atas diambil di sela-sela belanja di mall. Sebagai bapak rumah tangga, saat momen belanja bersama anak dan istri seperti ini, yang paling berat bukanlah bagian menggendong anak selama berjam-jam, tapi bagian terberat adalah di saat menyaksikan isi dompet berkurang dengan kecepatan tinggi. Hahahahahaha…… Semoga Bu Eddy Chi tidak membaca postingan ini, risiko tidur di luar ntar malam. Di malam menjelang tahun baru imlek, kami sekeluarga move on sementara ke tempat tinggal orang tua istri di daerah sungai raya berhubung kompleks perumahan tempat kami tinggal dihuni oleh keluarga yang beragam sehingga tidak ada keramaian dalam merayakan pergantian tahun baru imlek. Saking semangatnya warga di sekitar rumah mertua menyambut tahun baru imlek, di rumah-rumah dan gang-gang telah terpasang lampion, lampu, dan hiasan. Jadi, kalau keluar pada malam hari, suasananya agak berbeda dengan malam-malam biasa.

IMG_20150217_190548-e

Gang yang dihias full dengan lampion

Dari sore, suara kembang api dan petasan sudah sahut-sahutan. Yang menjadi kekwatiran, bisakah Yuna tidur dengan lelap malam ini. Jika terbangun, pastilah rewel. Walau diiringi bunyi petasan dan kembang api yang tak henti-hentinya, Yuna akhirnya bisa tertidur pada jam 9 malam. Menjelang pukul 12 malam, bunyi petasan dan kembang api semakin kuat. Ditambah lagi dengan dinyalakannya petasan sepanjang 6 meter di depan rumah. Benar-benar tidak bisa tidur. Syukurlah, si kecil Yuna hanya menggolek-golekkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, tidak terbangun, dan kembali tidur dengan pulasnya hingga pagi. Jelas sekali, anak ini mewarisi sifat papanya, hahaha… Akhirnya pagi juga, tadaaaaa…perayaan tahun baru imlek pertamanya si kecil Yuna. Sudah bisa ditebak, kira-kira apa warna baju yang disiapkan mama Yuna. MERAH tentunya. Percayalah, tidak lama baju tersebut dikenakan, baru menjelang siang, Yuna sudah harus berganti baju, demikian juga papanya ini. Lagi-lagi, muntah susu di saat yang tidak tepat, dalam gendongan papanya yang baru saja berganti baju. Nak…nak…baju baru papa baru dipakai 10 menit.

IMG_20150219_074318-e

Yuna dengan baju imleknya

Selama dua hari pertama perayaan imlek, kami sibuk berkeliling bersilahturami ke rumah keluarga. Kenapa sampai dua hari? Pertama, karena kami sebagai pasangan muda, masih banyak keluarga yang lebih tua di atas kami. Secara sopan santun yang lebih muda mengunjungi yang lebih tua terlebih dahulu. Kedua, cuaca yang luar biasa indah dan penuh berkat di malam pergantian tahun baru imlek dan hari pertama perayaan imlek, hujan yang menggunakan sistem shift-hujan terus-menerus. Dan sampailah pada hari yang ketiga, acara open house. Acara open house yang sekiranya direncanakan dimulai pukul 11.00 WIB, dengan sangat “senang hati” kami mulai lebih awal. Adalah Bu Rosita-Ketua Panitia Acara Kunjungan Imlek 2015-yang membawa kabar “bahagia” tersebut di malam sebelumnya.

…… Ros: “Rencana bsk jam 9 kami ke tempat pak Eddy, sudah siap blm jam segitu??? Hahaha” Me: “Bu Ros, blh agak telat2 ke rumah sy. Kwtrnya blm ready, hahahahaha…Smbl tgu kawan2 lah ya”. Ros: “Klao bsk blm ready kuenya kan ada…….hahaha….pengganjalnya…..” ……

Akhirnya….bergeserlah jadwal jam 11.00 menjadi 09.00 WIB. Lebih awal 2 jam dari jadwal semula. Saya dan istri yang baru sampai di rumah beberapa jam sebelumnya segera mengadakan rapat kilat tertutup di dalam kamar sambil bersila di atas tempat tidur untuk menyusun strategi buat open house besok yang dimajukan. Karena ini adalah rapat tertutup, jadi tidak saya sampaikan hasil rapat tersebut. 🙂 Pagi-pagi sekali, istri dan Kak Ida-yang kami minta tolong untuk membantu menyiapkan soto-sudah sibuk dengan persiapan mereka. Tanpa terasa, tibalah jam 9. Waduh, belum mandi nih, hahahahaha….saya pun sudah lupa apa yang diurus sampai belum mandi jam segitu, hahahahaha….yang jelas air mineral gelas yang saya pesan belum diantar juga padahal bentar lagi tamu-tamu akan datang. Gpplah, kalau tamu haus dan mau minum air bening (bukan putih), silahkan masuk ke dalam, ada 3 galon besar yang masih penuh.. 😛 Sesuai dengan agenda, tibalah personil rombongan guru-guru satu-persatu. Dimulai dengan Bu Nina. Coba tebak, dimanakah saya berada ketika Bu Nina datang? Cluenya ada di paragraf sebelumnya. Silahkan cek jawaban Anda dengan Bu Nina langsung, dan jika benar hadiah angpaonya boleh minta dengan beliau, hehe…. 😀 Rumah kami adalah rumah pertama yang dikunjungi hari itu dalam rute kunjungan guru-guru yang cukup padat menyengat di hari yang cerah terik nan panas. Saya bersyukur menjadi tujuan pertama karena saya yakin fisik dan mental rekan-rekan guru masih ON FIRE. Biasanya di rumah-rumah penghujung, stamina mulai redup dan kemampuan makan sudah berkurang drastis, hihihi…. (berdasarkan pengalaman nyata pribadi).

Rombongan Guru

Rombongan Guru

Setelah kunjungan dari teman-teman guru, berlanjutlah kunjungan dari kerabat, tetangga, siswa, alumni, teman, dll… hingga jam 9 malam. Total 12 jam, dan selama itu saya 3 kali bolak-balek keluar untuk membeli keperluan yang kurang, plus istirahat setengah jam pada pukul 3.30 sore. Selebihnya, tamu datang silih berganti. Puncaknya adalah sekitar pukul 12 siang. Ruang tamu kami yang berukuran minai (mini) terasa benar tidak mampu menampung tamu yang berjumlah 40an, hahaha….Rombongan siswa kelas 12, tetangga yang datang bersamaan, keluarga dan teman-teman yang juga datang pada waktu yang dak berselisih jauh. Alhasil, ruang keluarga, dapur, kamar tidur, area garasi dan sekitarnya menjadi ruang tamu dadakan sehingga di setiap penjuru rumah ada manusianya. Ada yang berdiri, ngelantai, ngelamun, ketawa dan senyum-senyum sendiri, duduk di atas motor, numpang tidur, numpang pipis di WC, manjat sofa, dan segala macam ekspresi yang memungkinkan untuk dilakukan di rumah, kecuali terbang. Syukur dak ada yang terbang saat itu, kalau ada mungkin acara hari itu akan masuk on the spot dalam 7 kejadian unik saat imlek. Mungkin inilah kondisi teramai sejak kami tinggal di rumah ini dan Yuna menjadi bintang pada saat itu dengan berpindah-pindah gendongan dari satu orang ke orang yang lain. Papa n mamanya sibuk melayani tamu.

Yuna - Digendong kesana-kemari

Yuna – Digendong kesana-kemari

Terkhusus buat siswa kelas 12, maafkanlah bapak yang hanya sebentar menemani kalian. Kalian benar-benar tamu “Swalayan” saat itu, salut buat kalian. 😀 Tahun depan, karaoke lagu imlek di rumah bapak lagi ya, biar tamu-tamu yang lain geleng-geleng kepala lagi, hehe… Btw, foto-foto pernikahan bapak tidak ada yang kalian isengin kan???

Rombongan Kelas 12

Rombongan Kelas 12

Hari yang benar-benar melelahkan, tapi lebih dari sebanding dengan keseruan, kebersamaan, keceriaan, ke”hal-hal yang baik” yang didapatkan hari itu. Terima kasih untuk semuanya yang sudah datang, jangan bosan-bosan panas-panasan di rumah kami, hehe… Dengan kehadiran kalian, menambah lengkap “imlek tahun ini”.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

2 thoughts on “Imlek Tahun Ini-2566

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s